kesekian tentang dia


Aku ingin mengepalkan tinjuku tinggi ke udara dan meneriakkan,

 “Mana pemuda yang katanya tulang punggung negeri ini?”

Aku ingin naik ke gunung yang tertinggi dan memperlihatkan kakiku tak renta,

 “Tapi dimana pemuda yang katanya punya kaki kokoh memapah negeri ini?”

Aku mampu menghempaskan berat yang tak ringan layaknya kuli panggul,

 “Tapi tak juga aku lihat keringat peluh dari dahi seorang pemuda,

keringat yang akan membanjiri negeri ini dengan sejati-jatinya mulia?”

Aku si tua renta.

Berharap pemuda masih punya telinga, jika hatinya pun tiada.

[kakek tua yang pernah muda]

Advertisements

2 thoughts on “kesekian tentang dia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s