.tulisan pagi yang diposting sore.

Pagi ini, setidaknya setelah baca in baca itu, aku jadi berpikir banyak hal. Coba aku alurin lagi…

  1. Aku kan buka buka blognya si abang, http://auliarahman.com/, eh nemu tulisan baru tentang pengalamannya di Papua sana. Yah, aku ga tau kondisi hubunganku dengan abang sebagai abang adek bisakah dibilang normal karena aku tuuu jaraaaang sekali bicara dengan abang. Pssstt, abang itu diam banget kalo ke kami (aku dan nonon, kalo ke kakak agak cair), yaah walo pun aku nya suka maksa ngomong sama dia dan akhirnya dimarahin juga. Yang jelas kalo baik mah ya pasti. Oke lanjut lagi, jadinya karena jarang ngobrol (tapi aku tu ngepens sama dia) jadilah aku suka curi curi cari tau tentang kegiatannya. #buat orang-orang yang ngerasa aku kagumi harus nyadar sekarang kalo aku suka kepo, haha, ups. Nah, balik lagi ke tulisan di blog itu. Tulisannya tentang kematian pasien. Uuh, aku ikut sedih. Tapi yang bikin bangga tuh (kapan ya aku ga bangga sama abang, ga pernah kayaknya), kata-kata abang:

“Menjadi seorang dokter, memastikan kematian seorang pasien adalah tanggung-jawabnya. Ketika yang lain histeris, seorang dokter harus tetap yakin bahwa pasien tersebut memang sudah tidak bisa kembali. Irreversibel. Ketika masih koass, meski sudah bisa melakukannya, itu bukan tanggung-jawab kami, namun sekarang, saya harus melakukannya.

Ada detak yang aneh saat menjatuhkan vonis tersebut. Memastikan kita berbicara pada orang yang paling bertanggungjawab pada pasien tersebut, menyatakan bahwa mereka harus mengikhlaskan karena telah ditinggalkan, meski hanya sepenggal kalimat, menjadi beban yang masih belum biasa saya rasakan.

Pasien yang semula begitu dekat, sekarang menjadi sangat jauh. Teramat jauh. Begitu juga dengan keluarganya, yang semula kita seakan sudah mengenalnya, kini satu persatu meninggalkan rumah sakit dalam kedukaan, dan kembali menjadi orang asing”

Well, itu sebuah kalimat yang dalam. Yang, yang aku tau ini keluar dari hatinya. Abang bukan orang yang suka bikin tulisan ‘ga penting’ karena kita diciptakan penuh arti oleh Allah, so ngapain bikin hal yang ga meaning.

Mau baca ceritanya terus, buka aja blognya sendiri, haha. Kalo dia tau aku nulis begini, ehhhm…

  1. Ada seseorang di fesbuk negpost link gitu tentang agenda sebuah parpol Islam, cuma agendanya agak aneh menurutku. Suku maya dan… ah, kalo ku sebut nanti dibilang ngejelek jelekin lagi. Yang jelas, aku cuma mau bilang: “standar itu mesti benar karena kalo ga benar, bikin ga benar #lah. Ya iya”
  2. Ada kakak kelas yang posting gambar wisudaannya, ini mesti disyukuri, diharapkan, atau gimana ya? Secara, berarti nambah pengangguran dong? #eh ga ding, ini becanda ajah.
  3. System saat ini meniscayakan seorang pembelajar untuk ragu akan kegunaan ilmunya. Meniscayakan hanya ilmu ilmu tertentu yang berguna. Sehingga kalo seorang pembelajar ditanya: “apa guna ilmu ini? yakin ga kalo bakalan bermanfaat? De el el”. Yah, semua itu karena saat ini yang berkuasa itu segelintir orang. Kalo masa Khilafah Islam (mau tau tentang ini bisa disini http://hizbut-tahrir.or.id/), ga aka nada yang bingung. Ya, kebijakannya semua akan digunakan untuk menciptakan keagungan umat manusia. Tentu saja dengan aturan Islam ilmu ilmu itu diterapkan. Ga ada yang disia siain sama Islam. Begituuu. Jadi ga ada mahasiswa bingung, :”skripsiku buat apaan yah?”
  4. Sebenarnya masih ada lagi, tapi udah capek ini. Kapan2 lah disambung lagi ya.

😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s