.hadits hari ini :’)

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika Allah Ta’ala mencintai seorang hamba, maka Allah Ta’ala memanggil Jibril: “Sesungguhnya Allah telah mencintai si fulan maka cintailah fulan”, maka Jibril pun mencintainya, kemudian Jibril menyeru di langit: “Sesungguhnya Allah telah mencintai si fulan maka cintailah kalian fulan”, maka penduduk langit pun mencintainya dan baginya pun penerimaan/rasa simpatik penduduk bumi”. (HR. Bukhari).

 

>>pertanyaannya: apa yang membuat Allah mencintai seorang hamba? >> Yuk cari tau dengan ngaji Islam.

.berisik.

sejak kecil yang aku tahu, orang tuaku akan marah jika melihatku melakukan hal yang salah. karena itu aku takut untuk melakukan sesuatu yang tidak pada tempatnya. pola ini sepertinya menjadi sebuah kebiasaan. bagiku, akan ada selalu rasa takut jika aku ingin melakukan sesuatu. aku takut orang-orang disekelilingku akan marah. akan memarahiku jika apa yang kulakukan tak sesuai standar kebenaran.

well, nyatanya aku harus mengubah sedikit pemahaman ini. karena ternyata standar kebenaran itu begitu bias hari ini.

sederhana saja:

aku pikir, orang-orang memandangku aneh dengan pakaian ini (jilbab dan kerudung). aku pun takut awalnya. takut ditinggal oleh teman-teman. takut dipandang sok alim. takut dianggap keras dan tak peduli dengan orang lain. 

nyatanya, karena standar kebenaran mereka yang ‘aneh’ aku menjadi ragu dalam pilihanku. karena itu, yang aku pahami sekarang, ‘kau tak perlu standar dari manusia, karena standar terbaik hanya dari Allah’.

Contoh lain:

hura-hura, kumpul dengan lawan jenis campur baur, tertawa dengan berlebihan, pun sangat aku takuti untuk dilakukan. pertama karena itu tidak pernah dicontohkan oleh ke dua orang tuaku. maka aku pikir, itu adalah perbuatan yang salah. tapi faktanya?

Hhh, kau akan mudah temukan semua kegiatan tadi di kampus ini. dan tak ada dosen yang memperingatkan “nak, kenapa kau melakukan perbuatan itu?”. Yang ada justru dipuji.

Inilah jika standar kebenaran itu berbeda.

 

pekan intelektual muslim

pekan intelektual muslim

Pekan Intelektual Muslim merupakan rangkaian kegiatan yaitu lomba, expo dan puncaknya adalah seminar yang dilakukan Badan Kerohanian Islam Mahasiswa (BKIM) IPB. Adapun untuk lomba terdapat beberapa kategori lomba, yaitu menulis cerpen islami, esai peradaban islam, dan fotografi. Kegiatan ini dilakukan di mulai tanggal 15 April sampai dengan 19 Mei 2013. Kegiatan diawali dengan lomba, dilanjut dengan expo peradaban islam, dan diakhiri dengan seminar pertanian dan peradaban islam.

.tentang mengerti.

kita punya ruang untuk merasa nyaman bersuara, saat yang lain me-nuli. bagiku, itulah menulis. tak seberapa penting orang akan menghargai tulisanmu, karena kau sedang memerdekakan sedikit rasa.

Konyol mungkin kedengarannya, tapi aku akan memilih menulis_apapun itu_untuk melegakan perasaan. Mengapa? Ehm, adakalanya bagiku egoisme terlalu bertebaran dan orang lebih memilih untuk meninggikan suaranya. Dan, aku rasa tak tepat untuk aku bercerita, atau lebih seringnya aku tak bertemu dengan orang yang tepat. Continue reading “.tentang mengerti.”