Kehilangan

Dan…,dan sepertinya tema beberapa minggu ini masih terbawa aroma ‘haru biru’. Setelah kemaren menulis “tentang mengerti”. Dan sekarang aku ingin menceritakan tentang ‘kehilangan’.

Yea, pagi ini Ainun baru saja berangkat ke Palembang demi memulai hidupnya yang baru, hahaha. Maksudnya memulai penelitiannya bersama kedelai. Ini adalah ending (baca: awal) yang entah menyenangkan atau menyedihkan mengingat lika liku yang begitu panjang. Tapi, tak apalah. Aku tipe orang yang percaya bahwa orang yang akan berakhir dengan ending (baca:ending) terbaik adalah mereka yang memiliki banyak kesempatan untuk memperbaiki kembali, tanpa menyesali, hanya ada optimis. Dan dialah Ainun.

Oke, cerita ini sebenarnya bukan tentang Ainun. Cerita ini ingin berkisah tentang perpisahan, pada siapa saja.

Saya (tadi aku sekarang saya) sebenarnya sangat tidak menyukai perpisahan. Mungkin pengaruh masa kecil (sekarang saya sudah dewasa). Dimana sejak kecil, saya selalu ditinggal oleh kakak kakak saya. Yang saya rasakan saat itu adalah: kenapa kita tidak bisa berkumpul bersama untuk selamanya? dan pertanyaan yang semisal.

Buat yang ga pernah merasakan seperti yang saya rasa: “apa sih lo sok sedih banget, biasa aja kali”. Ya, buat yang ga mengerti mungkin begitu. Tapi, biarlah.

Oke, jadi apa ini cerita tentang perpisahan yang ingin diceritakan?

Ehm, sebenarnya banyak kata yang ingin terucap. Tapi mungkin ini saja sebagai perwakilan hati:

“Ada banyak cerita yang belum terungkap. Karena itu, maukah nanti kau mencengarkanku?”

Gambar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s