ROHISKU IDEOLOGIS

Hei, apa yang kamu kenal dari ROHIS?

Ehm, mungkin akhwatnya yang berkerudung lebar dan ikhwan ikhwannya jenggotan? Ya.

Atau padanan kata yang selalu didahului ‘afwan’ dan diakhiri ‘syukran’? Ya, bisa jadi.

Atau mungkin dari ciri yang lain, panggilannya memakai kata ‘akhi dan ukhti’? Nah. Continue reading “ROHISKU IDEOLOGIS”

Advertisements

IDE, DIMANA KAMU???

Sebuah cerita tentang I-D-E.

Kata orang (setelah diskusi en survey lah ya, haha) saya itu termasuk orang yang runut. Maksudnya yeah, kayak menyukai keteraturan, kejelasan posisi, satu dua, baru tiga, gitu gitulah. Nah, kalo ngomong atau pun nulis, mesti saya nya ngeh dulu dari awal sampe akhir, barulah bisa tercipta sebuah kalimat.
Makanya, kalo lagi ngobrol sama orang (ya iyalah, masa sama hewan -_-“) atau baca suatu tulisan ya, mesti lihat, orang itu ngomong nya runut ga. Atau tulisannya teralur ga. Kalo ga, pasti lah bawaannya ga sreg. Hufft. Continue reading “IDE, DIMANA KAMU???”

Maaf, namamu siapa?

Nah, itu pertanyaan yang sebenarnya ga pernah benar-benar terucap. Cuma sampai di tenggorokan.

Maksudnya?

Ya, jadi begini. Entah kenapa sepertinya saya itu termasuk seseorang yang gampang sekali lupa dengan nama seseorang. Terutama orang baru.

Saya jahat dan tidak peka?

Ehm, tunggu dulu. Ini bukan dalam rangka membela diri ya, tapi saya rasa saya memang tak seburuk itu.

Jika baru berkenalan itu, saya tipe orang yang selalu berusaha mencari CIRI SPESIFIK dari orang yang saya temui. Jika nama orang itu tak terlalu menyulut ‘kerutan kening’ atau mengingatkan saya pada sesuatu yang menyedihkan atau sangat menyenangkan, pasti saya akan segera lupa. Sehingga dengan kemampuan akting kampungan saya, biasanya saya selalu mengalihkan perhatian orang tersebut. Continue reading “Maaf, namamu siapa?”