ROHISKU IDEOLOGIS

Hei, apa yang kamu kenal dari ROHIS?

Ehm, mungkin akhwatnya yang berkerudung lebar dan ikhwan ikhwannya jenggotan? Ya.

Atau padanan kata yang selalu didahului ‘afwan’ dan diakhiri ‘syukran’? Ya, bisa jadi.

Atau mungkin dari ciri yang lain, panggilannya memakai kata ‘akhi dan ukhti’? Nah.

Ya, ya. Tak salah memang. Karena memang begitulah gambaran sebagian besar ROHIS ROHIS yang ada di negeri ini. Baik skala sekolah menengah pertama, atas, bahkan hingga tataran bangku kuliah. Dari sekolah di kawasan terpencil sampe kota besar. Ya kan?! Siapapun, mau mereka pernah mencicipi jadi anak ROHIS atau pun tidak, pasti kenalnya sama beberapa ciri tadi. Secara, yang namanya anak ROHIS biasanya jadi andalan di masjid, hehe. Bahkan biasanya, jadi idola karena ke-alim-annya. Fasih membaca Al Quran dan pinter nasyid-an. Weleh weleh…

Yang sedikit lebih dalam lagi tentang ROHIS adalah tentunya mereka ngaji Islam. Ada yang bilang mentoring, ada yang liqo. Lah iya, jadi pengemban dakwah (penamaan untuk pengurus ROHIS) kalo ga ngaji ya aneh. Gimana mau mendakwahkan Islam kalo merekanya sendiri ga paham. Walopun faktanya banyak juga yang cuma mau tenar dengan masuk ROHIS atau masih ROHIS abal abal. Makanya sering dengerkan ada omongan ‘ih, katanya anak ROHIS tapi pacaran juga’. Hem, kalo udah begini pasti deh persatuan ROHIS dimana mana pada sebel. Dan tentunya termasuk saya 😀

Tapi, pada tau nggak sih bahwa ternyata ada lagi tipe ROHIS yang beda. Apa itu? Yup, mereka menamakan diri mereka ROHIS IDEOLOGIS.

Hah, jenis apaan tuh? Hehe, jika kau mengenal mereka, maka kau sulit (atau bahkan tidak) menemukan adanya perkumpulan ‘akhi ukhti’. Kenapa? Ya, karena bagi mereka, hubungan laki laki dan perempuan, ikhwan akhwat, BUKAN HUBUNGAN KEAKRABAN atau menjalin persaudaraan. Loh, apa mereka ga membangun ukhuwah?

Gambar

Nah, inilah uniknya. Hubungan laki laki dan perempuan dalam paham mereka tetaplah tolong menolong. Namun, hukum asal nya tetap terpisah. Sehingga koordinasi hanya dilakukan untuk urusan yang benar-benar urgen. Tak semata untuk bertanya, “ukhti, apa kabar? Semoga keimanan selalu melingkupi kita” atau “akhi, mohon untuk terus memberi saya tausyiah” T..T

Jadi mereka kaku banget dong? Ah, enggak. Siapa bilang. Justru mereka sangat care dengan saudara atau pun saudarinya. Tapi mereka mengerti koridor care itu, nggak lantas bisa kenal luar dalem. Tapi untuk urusan yang diperbolehkan Islam, yakni (1) muamalah, (2) pendidikan, (3) Kesehatan, ya interaksi tetap terjalin. Begitu. Dan ya diluar itu, aktivas akhwat sesama akhwat, ikhwan ya sesama ikhwan.

Keunikan lain, tapi ini ciri yang utama loh ya, yang dibawa ROHIS IDEOLOGIS ini adalah IDE PERJUANGANNYA. Emang gimana? Ya, mereka berjuang bukan sekedar untuk memperbaiki individu umat. Tapi mereka berusaha memperjuangkan agar Islam diterapkan oleh umat dalam bingkai negara Islam, Khilafah. Jadi kalo ngomong sama mereka, dari pembahasan iklan sabun di TV sampe korupsi pasti solusinya khilafah. Hue he he.

Gambar

Karena pilihan mereka inilah, kadang ROHIS IDEOLOGIS dianggap kelompok garis keras. Radikal. Pemecah persatuan. Hem hem, benarkah?

Sejatinya tidak. Bahkan sebaliknya. Mereka menggelorakan ide persatuan yang meng-global. Kalau dibilang keras, ya ia. Masa lembek? Bukannya perkara salah ya salah, dan benar ya benar. Jadi mereka hanya kelompok orang yang memilih berkata dan berbuat benar sesuai tuntunan Allah, meski terkadang pahit.

Misalnya mereka tak akan mengatakan, “Menutup aurat itu wajib. Tapi kalau belum bisa, ya hati nya dulu yang dijilbab-i”.

Tapi mereka akan mengatakan, “Menutup aurat itu wajib. Dengan jilbab dan kerudung. Jika terasa berat dan belum bisa yakin, maka segeralah yakinkan, temukan dan pahami. Karena bagi seorang muslim tak ada pilihan terbaik selain taat.” Begitu…

Kok kesannya mereka eksklusif banget sih? Ya, sebenarnya sih enggak ya. Karena kalo yang dimaksud eksklusif itu nutup diri, jelas bertolak belakang sama aktivitas mereka. Lah mereka juga pontang panting nyari orang orang yang mau diajak belajar Islam. Gimana mau nutup diri? J

Nah, singkatnya sih sebenarnya mereka bukan sekedar tipe ‘pejuang kebersihan hati’. Karena mereka berjuang demi pelaksanaan Islam, dari hati dalam diri, hingga aturan dalam negeri. Urusan jaga hati itu pasti, tapi dengan kondisi umat? Ya jelas peduli. Gimana ga keren coba? J

Pertanyaannya, mereka setenar ‘ikhwan akhwat’ ROHIS pada umumnya ga ya? ^_^

Di kampus IPB tersayang ini, saya mengenal ROHIS IDEOLOGIS, dialah BKIM IPB. Alhamdulillah.

Gambar

Advertisements

2 thoughts on “ROHISKU IDEOLOGIS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s