Eksis!

Gambar

Eksistensi diri yang ditunjukkan oleh orang lain hari ini, kadang membuat kita tercengang. Layaknya melihat anak anak muda yg sok bisa ‘merokok’ tanpa pernah memahami konsekuensi tindakannya. Salahkah dia mengeksistensikan dirinya? tentu tidak. Tapi kita tentu berharap sebuah naluri sejati tanda kita makhluk hidup itu, selayaknya bisa diarahkan. Pada sebuah proses eksistensi yang tak hanya menunjukkan kita makhluk hidup, tapi juga manusia. Dan bukan hanya sampai disini, karena manusia terbaik adalah ia yang mencapaikan eksistensinya sebagai kelemahan akan hamba pencipta, Allah SWT.
Maka sistem kehidupan mana yang membuat sebuah wujud eksistensi diri setinggi dan semulia ini?
Berharap pada demokrasi, hasilnya seperti hari ini. Institusi keagamaan pun bahkan tak bernyali membuat sebuah batasan norma. Apalagi institusi moral universal.
Maka, mutlak dibutuhkan sebuah bangunan pelindung yang tegas membatasi haq dan bathil. Tegas mengarahkan dan memulai sebuah tindakan kebenaran berasas Al Quran bukan membiarkan. Tegas menyalahkan dan menghukum atas kesalahan bukan sekedar mengecam.
Maka, sebuah kemutlakan pun perlu dan wajib bersandar pada nash yang benar. Dialah Al Quran dan As Sunnah. 
Maka, institusi Daulah Khilafah Islamiyyah dengan Sang Khalifah sebagai amirul mukminin-lah yang akan menjadi jawabannya. 

Wallahu ‘alam  bi ash showwab 
 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s