HALAMAN KE BERAPA???

Gambar

Dan, dan ide ini perlahan mengalir begitu saja saat aku membuka salah satu buku. Aku memiliki beberapa kebiasaan dalam membaca: pertama, membaca ending atau halaman terakhir dari buku. Kedua, membaca daftar isi. Ketiga, membuka lembar dengan cepat dan berhenti jika ada gambar atau animasi yang menarik.

Atau jika menonton film dari leptop, aku juga melihat babak akhir. Bahagia atau sedih. Lalu, biasanya aku senang mengulang bagian yang paling aku suka. Entah karena itu adalah part yang paling bahagia, lucu, atau pun bagian tersedih dari cerita tersebut.

Ada satu buku yang, ehmm, aku atau pun kalian tak akan pernah bisa mengintip akhirnya. Tapi buku ini dimiliki oleh setiap orang, tak perlu dicari di toko buku atau tempat manapun. Tema buku ini sama tapi covernya berbeda.

Ia adalah buku kehidupan.

Dengan tulisan di cover yang dilengkapi dengan nama setiap orang:

Kehidupan: Arini

Kehidupan: …

Kehidupan: …

Buku ini masih menyimpan misteri: happy ataukah sad ending. Kita adalah tokoh utama. Berperan dan menjalani skenario dari sang Penulis. Kita sekaligus pembaca, atas kisah yang tertulis sesuai dengan masa yang telah lewat. Jika kini usia kita 20 tahun, maka ada perjalanan untuk rentang waktu 20 tahun yang lewat itu. Bisa jadi ada halaman dari nya yang kita sukai, ada pula yang ingin kita robek. Ada lembar yang ingin kita hapus, ada pula yang ingin kita ulang kembali.

Uniknya lagi, kita diberikan peran untuk menentukan kisahnya, sebenarnya. Meski ada Penulis, kita mendapat hak untuk mewarnai jalan ceritanya. Penulis, pada dasarnya tak akan mengubah apapun dalam kisah hidup kita, hingga kita menjalani dan merancang sendiri kehidupan kita.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” (TQS. Ar Ra’du:11)

Dalam membuat jalan cerita ini pun sebenarnya kita dapat panduan. Sebuah maha karya abadi nan agung, ialah Al Quran Kariim dan buku kehidupan: Muhammad Rasulullah SAW. Dan selain panduan, ada beberapa buku kehidupan lain yang bisa kita jadikan bandingan. Agar lembar-lembar kosong berikutnya, akan kita isi dengan cerita yang terbaik. Intinya, buku ini mahal. Butuh kehati-hatian dalam mengisi dan membacanya. Jangan salah, karena jika ya, maka kelak kita akan menyesal. Buku ini hanya satu untuk kita, dan selamanya tak akan terganti. Aku sedang menyusun warna untuk bukuku, kalian bagaimana?

Well, aku sebenarnya sangat suka dengan pembahasan diatas. Mohon maaf jika ini bagian dari narsisme. Karena memang begitulah aku. Salah satu kebiasaanku adalah: berusaha menghargai apapun yang telah kuhasilkan. Yah, menurutku kita sering lupa menghargai diri sendiri, senengnya merasa kurang dan mudah menghukum diri.

Okey, itu hanyalah paragraf penyambung saja. Hal yang ingin aku bahas [singkat banget] berikutnya adalah…tereng tereng…

‘seseorang yang kupanggil dia’

Hah? Apa ini? -_______-

Heheh, ya, dalam salah satu halaman buku kehidupan ku ini, akan ada kisah tentang ‘seseorang yang kupanggil dia’. Aku sedang tak bercerita tentang siapa dan bagaimana dia. Aku hanya penasaran, dia akan ada di halaman berapa dalam buku kehidupanku? (eaaaa :D)

Just it. Tararengkyu for reading 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s