Kampanye Kebangkitan Pemuda

Wahai pemuda di seluruh belahan dunia…
Sambutlah salam dari kami,salam pergerakan,salam kepedulian,salam perjuangan.
Wahai pemuda dimanapun anda berada,
Saat ini kita memasuki sebuah kondisi yang tak pernah kita bayangkan. Peristiwa peristiwa politik,ekonomi,sosial,hukum yang berujung pada ending yang tak terduga semakin membayangi kita. Mulai dari rumah sakit yang tak menerima si ‘miskin’, sekolah ambruk, banjir longsor peneman tahunan, hingga keresahan akibat kejahatan bersenjata api. Tak berhenti,ada kasus korupsi dari kelas teri hingga pejabat tinggi. Polisi tak bergigi,hukum dipecundangi.
Lucunya,hari demi hari berbagai obat penawar atas krisis terus digelontorkan,dana yang tak sedikit, waktu yang tak menunggu,semua semua tlah kita upayakan. Tapi persoalan tak kunjung berujung. Nyatanya kita semakin merasakan nafas yang berat, seakan sakratul maut tlah tiba.
Wahai pemuda dimana saja kalian berada…
Obat penawar tadi sejatinya hanyalah obat penahan rasa nyeri. Ia akan membuatmu merasa sembuh,namun serta merta akan muncul kembali sesuai siklusnya. Inilah yang kita sebut sebagai solusi parsial.
Lalu,siapa yang bertanggung jawab? Dengan apa lantas kita sebagai pemuda berkontribusi? Bukankah sudah banyak pemuda yang masuk gedung pemerintahan? Dan berjuta tanya lainnya.
Maka temukanlah jawabannya atas nuranimu,atas kedalaman pikir dan empati yang tak sebatas ‘ini keluargaku’.

Wahai pemuda dimana pun kalian berada…
Kitalah tonggak harapan umat…
Kitalah generasi yang dinanti…

Pemuda,kita akan bergerak dan berjuang pada ranah yang kita punya. Pemuda dengan intelektualitasnya mampu mengajak dan membentuk kekuatan untuk meninggalkan sistem ini. Ya, sistem inilah yang rusak. Karenanya,solusi hakiki adalah mengenyahkan sistem ini dan menggantinya dengan sistem buatan Pencipta.
Jika pemuda berada di kampus,ia menggerakkan dan mengontak teman-temannya untuk berpikir dan tak lagi mempercayai sistem ini. Dan proses ini memang akan membutuhkan kesabaran. Tetapi memang jalan mengubah pemikiran inilah satu-satunya jalan yg harus ditempuh. Bukan melalui sekolah-sekolah anak jalanan,bukan lembaga sosial,tetapi pencerdasan politik pemikiran.
Gelombang pemuda seperti inilah yang berusaha dipadamkan oleh sistem kapitalis. Perasaan bahwa “ngomong” adalah sia-sia sementara berwirausaha adalah kontribusi nyata menjadi racun mematikan. Padahal memberikan pemberdayaan dlm konteks sistem saat ini tak lebih dari sekedar memposisikan pemuda sebagai bemper kebangkrutan ekonomi kapitalis.
Jika pemuda dimanapun telah bersatu untuk menolak segenap kebijakan sistem ini,maka siapa yg bisa berbuat lebih kecuali menerima perubahan yg terjadi. Karenanya, perubahan sejati adalah memahami elemen-elemen perubahan itu sendiri salah satunya adalah pemuda sebagai tokoh intelektual dan corong pergerakan.
Masyarakat secara keseluruhan adalah massa mengambang yang akan mengikuti apa yg diputuskan oleh penguasa dan massa kualitatif (high potential), dimana salah satu kelompok potensial ini adalah aktivis dan pergerakan mahasiswa.
Karenanya, arah pergerakan pemuda sejatinya adalah memutus kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan sistem kapitalisme dan menjadi pihak terdepan mengkritisi segala ketidakadilan yg terjadi. Dan proses ini tak akan mungkin lahir melalui kegiatan selain pencerdasan politik,diskusi,seminar,kajian tetap mingguan,ataupun pencerdasan melalui media lain. Hingga masyarakat peka dan mempercayai bahwa mereka tak bisa berharap pada pergantian pemimpian 4 tahun sekali. Tetapi mestilah perubahan sistem ini.

Wahai pemuda…
Pencerdasan pada masyarakat haruslah diawali dengan kemampuan diri. Asah dan terus tak pernah hentilah kuncinya. Dalami dan pahami Islam sebagai solusi kehidupan secara terperinci. Menjauhkan Islam dari diri sendiri dan menjadi muslim moderat, hanya racun berbalut madu untuk menjauhkan pemuda dengan Islam. Bangga sebagai pribadi yang sekuler, hanya akan meniscayakan sebuah kejenuhan jiwa dan kejumudan berpikir. Manusia hilang hati, pikiran penuh benci dan siap mengeruk menghabisi masyarakatnya.

 

Ngaji Islam dan dakwah adalah sebuah kata yang tepat untuk menggambarkan kesemuanya. Pemuda Islam tlah lama lahir dan mencetak sejarah. Kini, waktu cuma menanti untuk disingkap kebenarannya, bahwa pemenang adalah mereka yang tak pernah mati. Merekalah pemuda yang hidup dengan ide Islamnya. Kamulah orangnya? Kitakah pelakunya?

 

Salam,

 

 

Advertisements

doa dan jadilah menyenangkan

Gambar

Wah…, pagi ini mengunjungi blog ini mendapatkan notif gitu. Pas diklik, tereng tereng, rupanya sudah satu tahun aku mengisi di sini. Yah…, mungkin biasa saja bagi teman-teman yang sudah nge-blog sangat lama. Tapi, buatku yang_rada pembosan_ini adalah sebuah ‘daya bertahan’ yang luar biasa, hehe. Ehm, apalagi mengingat sudah berapa banyak aku pindah sana sini demi menemukan kepuasan. Jadi, tetap bertahan arinnnnn ^o^

Oiya, sejak menyelesaikan proses ujian akhirku bulan lalu, aku memang belum memiliki aktivitas yang je-la-s alias saat ini aku masuk dalam daftar pengangguran di negara Indonesia, hahay. Tapi ya tentu saja, itu tak terlalu menggangu. Maksudku, pengangguran adalah sebuah istilah yang digunakan oleh sistem Kapitalis saat ini untuk pihak yang tak memiliki aktivitas. Artinya jika kau sudah layak mencari uang, namun kau belum bekerja: kau pengangguran.  Continue reading “doa dan jadilah menyenangkan”

a.c.a.k

04 Oktober 2013

Relung ekologi. Menjelaskan tentang spesifik dan khasnya suatu makhluk hidup. Namun memberi arti saat terjadi sengketa. KArena adanya relung yang hampir samalah yang membuat tiap individu bisa tak lagi bertata krama. Meski ia, tak lah pernah akan sama.

 

06 Oktober 2013

Aku mungkin terluka.

Hai, tubuh. Jangan terlalu meresapi, tak taukah kau bahwa aku, sang segumpal daging, yang paling terluka.

Hei hati, kau di dalam, setidaknya kau bisa bersembunyi. Aku disini, dan terlihat lelah.

He tubuh, kau tau, di dalam sini aku terkurung. Berhentilah merasa bahwa aku baik baik saja.

 

07 Oktober 2013

Perlu berapa lama membuatmu yakin bahwa dunia tak perlu tau segalanya. Kau akan merasa lelah untuk hanya memastikan bahwa semua orang ‘paham’ bahwa kau terluka. Oh, jadi kau memang ingin semua orang tau bahwa kau terluka? 

Hhh, sudahlah. Bosan aku bicara denganmu. Jadi kalau semua orang mengerti kau terluka, kau mau apa? 

 

**************************************************************************

Aku dalam waktuku tlah mengukur

Ada kata ‘pilih’, tambah kata ‘pikir’

**************************************************************************

Kenapa Twitter?

Aku tak pernah mengerti kenapa harus twitter.

Kenapa aku justru tak senang twitter.

Tapi kenapa aku selalu dihadapkan pada kondisi dunia yang butuh twitter.

#kau tak senang, tapi bisa jadi kau butuh#

 

Kenapa a.c.a.k

Ku lihat lihat, aku sering sekali menyelipkan tulisan-tulisan tak beraturan di mana mana. Di hape, di kertas bekas ngambil uang di atm (apa teh nama nya), kertas belanja di alpa atau indo pasar. Kecil, kecil, nanti aku buang pas nyapu, heh, buat apa coba.

2 tulisan teratas di atas (ngek), contohnya. Ga ngerti waktu itu kenapa nulis tentang relung ekologi, yang satunya tentang perbincangan hati dan tubuh.

Yang jelas, apapun itu, bagiku aku hidup. 

kalimat tadi mungkin ga bermakna_buat semua orang_tapi semua orang memerlukan setidaknya satu hal yang bermakna untuk dia tetap disebut manusia.

impian. tujuan.

 

bagi 1 orang, mudah saja mengatakan: aku ingin menjadi polisi.

bagi orang lain, ia harus mengatakan: ah, senang rasanya melindungi. menjadi pengayom masyarakat. pembela kebenaran. ah. —> dia nonton power rangers 😀

 

just it.

“aku mencintaimu”

atau

“wahai dunia yang membuatku membuka mata, engkaulah segalanya” –> cinta kopi 😀

 

Begitu mungkin ya.

Apa? Aku ngelindur? Enggak siapa bilang. Aku hanya mengantuk.

Apa? Aku menutup mataku, pendengaranku, dan hanya melihat dan mendengar suara merdumu — dengerin musik sambil merem 😀

 

#morning

#selamat shaum Senin