doa dan jadilah menyenangkan

Gambar

Wah…, pagi ini mengunjungi blog ini mendapatkan notif gitu. Pas diklik, tereng tereng, rupanya sudah satu tahun aku mengisi di sini. Yah…, mungkin biasa saja bagi teman-teman yang sudah nge-blog sangat lama. Tapi, buatku yang_rada pembosan_ini adalah sebuah ‘daya bertahan’ yang luar biasa, hehe. Ehm, apalagi mengingat sudah berapa banyak aku pindah sana sini demi menemukan kepuasan. Jadi, tetap bertahan arinnnnn ^o^

Oiya, sejak menyelesaikan proses ujian akhirku bulan lalu, aku memang belum memiliki aktivitas yang je-la-s alias saat ini aku masuk dalam daftar pengangguran di negara Indonesia, hahay. Tapi ya tentu saja, itu tak terlalu menggangu. Maksudku, pengangguran adalah sebuah istilah yang digunakan oleh sistem Kapitalis saat ini untuk pihak yang tak memiliki aktivitas. Artinya jika kau sudah layak mencari uang, namun kau belum bekerja: kau pengangguran. 

Sementara aku tak menganggap begitu. Perempuan memang tak memiliki kewajiban untuk mencari nafkah kan, ia ditanggung oleh orang tua, wali, atau suaminya. Namun, tentu jika ia ingin bekerja_apalagi untuk membantu keluarga_itu boleh dan mungkin lebih baik. Sehingga, tergantung saja, saat ini: kau mau bekerja atau apa.

Jadilah, aku melakukan aktivitas sebagaimana ‘adanya’ dulu. Hei, meski begitu jangan kira jadwalku sudah tak padat, hehe. Aktivitasku seputar halaqoh (sabtu pagi), kelas bahasa Arab (sabtu siang), kelas kapita selekta (minggu malam), mengisi Isching (senin pagi). Selain itu ku isi dengan hal-hal lain, menulis, sebar opini, membuat ini, itu, dll.

Jadi jika ukuran ‘sibuk’ anak kuliah adalah dengan kuliah, praktikum, ujian, responsi, maka jelas aku tak masuk hitungan sibuk. Karenanya, aku masih terus berpikir rencana apa yang akan kulakukan. Well, apa ini yang namanya ‘galau’?

Nah, suatu hari aku berbincang dengan abangku. Rasanya ini kali kedua aku bicara tentang ‘hidup’, maksudku, aku sampai sebegitu serius. Kali pertama, dulu pernah terjadi saat aku masih penelitian.

Gambar“just do everything you think need to do or want to do. Something memorable. You won’t able to have that kind of free three months later”

Kamu tau ‘makjleb’? Kamu tau rasanya menumpahkan air ke wajahmu saat panas? Itu membuatmu terbangun. Dan aku merasa begitu.

Orang bilang, kesempatan tak lah datang dua kali. Waktu luang mesti diisi sebelum datang waktu sibuk mu. Pertanyaannya, apa yang benar-benar ingin kulakukan? Apa yang benar-benar nyaman untuk kulakukan?

Aku mungkin tak akan tahu jika tak mencoba satu hal pun. Maka aku akan mencoba banyak hal saat ini. Aku akan menemukan hal yang benar-benar aku inginkan. Aku berharap, Desember dan Januari membawaku pada sebuah cerita bahagia.

Meski aku rasa semua ini agak terlambat dan aku terlalu kurang menata di masa lalu, aku tak mau gagal lagi.

Aku ingin menjadi pribadi yang menyenangkan.Seperti tulisan dan tawa orang lain yang membuatku terpengaruh.

Aku ingin selalu memberi inspirasi. Seperti orang lain yang selalu mampu menginspirasiku.

Aku ingin melupakan segala keperihan hidup (oh ya ampun, ini so 4L@Y), dan tetap berbuat dengan pikiran dan empati. Seperti empati orang lain yang membuatku tenang.

Aku ingin mudah memaafkan dan tak lari dari kenyataan yang kubenci.

🙂

Advertisements

2 thoughts on “doa dan jadilah menyenangkan

    1. hehehe, ada nana chan mampirr ;D
      dirimu apa kabar?
      #malu membayangkan ketemu nana dalam kondisi *pengangguran*
      tapi, waktu menuntut buat terus mengambil pelajarankan ya, mungkin ini jalan buat lebih ‘serius’, hhaha, #apasih
      oiya, Nana lagi sibuk apa kini?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s