Meniti Hati

Wahai Dzat yang tlah menyapu langit malam, pekat tapi ada sela dalam kilau milyaran bintang

Wahai Dzat yang tlah menghembuskan semilir angin, sejuk menelusup di ranting kecil sanubari

Engkau, Pemilik Segala Arti

Tlah mengerti kelelahan jiwa jiwa ini

Tlah menilai seberapa ringkihnya raga ini

atas beban yang bertambah lagi dan lagi

Engkau yang mengerti nun di belahan bumi sana,

ada pancaran doa tak henti dari mulut mulut suci, ayah bunda kami

Atas tetesan peluh mereka lah kami bertegap

Maka sayangi mereka, pintaku kabulkanlah ya Pemilik Segala Cinta

Wahai Dzat Pemilik Segala Cahaya

Engkau tau betapa lemahnya pundak ini

Karenanya bukan aku yang Kau jadikan Ibu ibu di Suriah sana

yang menanti anak dan suaminya tanpa kepastian

bukan aku yang Kau jadikan wanita suci yang direnggut kehormatannya di Palestina sana

yang meregang nyawa demi tetap terjaga, iman atau mati sebagai pilihan

Aku bukan pula pengemis tanpa pakaian, terseok meminta makan, beratap langit, menanti belas kasih

Bukan, aku bukan mereka…

Kau jadikan aku sesosok makhluk lain…

Yang enak makan, bergizi dan berganti menu

Yang enak tidur, empuk dan hangat

Yang enak segalanya, terpenuhi semua

Tapi, Engkau pula yang Maha Tahu

Betapa dangkal dan keruhnya syukurku

Menjamur kala satu dua keperihan melanda

Tapi berguguran tatkala keramaian menghampiri

Astaghfirullah…astaghfirullah…

Ya Allah…

Jika Seorang Sumayyah meraih surga dengan tebusan tombak

Apa yang layak ku harapkan dengan pengorbanan seujung kuku?

JIka surga dibeli oleh mata yang tak tidur di jalanMu, maka Engkau paling Tahu bahwa aku begitu lama terlelap, dibungkus rantai kenyamanan

Jika surga dibeli oleh air mata kerinduan dan rasa malu atas dosa, maka Engkau paling Tahu bahwa aku terlalu banyak menangisi duniaku…milikku…

Sementara…

Waktu yang sedetik berlalu tlah menjadi deretan kenangan masa lalu

Ianya tak kan mampu diulang

Bahkan rasa sesal yang menggunung tak lagi berguna

Kala nyawa menghadang dalam mata dan mulut yang terkunci

Maka, ampunilah hamba…

Terimalah kesungguhan yang kerap kembali tergoyahkan ini…

Panggillah aku dalam keimanan tertinggi ya Allah…

Up Grading MHTI Chapter Kampus IPB

November 2013

Gambar

Advertisements

2 thoughts on “Meniti Hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s