di balik facebook

Menambah sesuatu dalam kehidupan kita_teman, lingkungan, aktivitas_apapun itu, mungkin akan mengubah apa yang sebelumnya biasa kita lakukan.

Mungkin dulunya nyaman, kemudian terasa lebih baik. Atau mungkin juga sesuatu yang baru itu malah menguji kesabaran, melatih keberanian, atau memerlukan kekreatifan lainnya.

Itu status saya pagi tadi di FB. Berhubung saya bukan orang yang mudah mengungkapkan secara lugas apa yang ingin saya katakan_yaah sering terbawa semacam perasaan_jadi semacam makna tersembunyi lah. Tapi ada pesan yang ingin saya suarakan. Yuhu.

Jadi ceritanya, dulu saya jika berteman di FB itu ya dengan orang yang saya kenal saja, tetapi jarang bertemu. Sehingga, bagi saya kala itu FB adalah sarana komunikasi dan kamu tetap bisa silah ukhuwah meski jauh, murah to..

Tapi setelah lama kelamaan, saya mulai paham yang lebih luas dari itu. FB itu katanya juga bisa jadi sarana dakwah, jalan bicara tentang Islam. Jadi, mulai dari bikin status yang berbau Islam, share tentang kejadian di dunia Islam, semua semua nya lah.

Ya, dari sana, akhirnya seperti terbangunlah jaringan pertemanan dengan orang-orang satu ide, saya bertemu dengan orang yang tidak pernah saya lihat langsung, tetapi senantiasa menyemangati saya melalui mesej-nya. Kini, saya merasa ada sesuatu yang lebih hidup dibanding sebelumnya.

Lebih naik lagi, semakin aktif kamu bermain dengan idemu, saya menemukan juga orang-orang yang tak sepaham dengan saya. Jumlah mereka? Tak sedikit juga.

Lalu, mungkinkah terjadi ‘konflik’ dalam diskusi di dunia maya?

Ya, kadang bisa saja muncul argumen meremehkan, mengejek, atau bisa jadi mengajak diskusi secara baik-baik. Berbeda-beda tiap orang.

Akhirnya, selain memiliki teman yang se-visi, saya menemukan tantangan baru. Bagaimana saya mengelola emosi jika dicemooh, bagaimana jika pendapat saya ditolak, bagaimana jika muncul pertanyaan baru yang belum saya pahami, bagaimana akhirnya saya memahami pola pikir lawan diskusi saya, dan beraneka lainnya.

Akhirnya lagi, jika dipikir-pikir proses ini luar biasa. Saya memang masih berproses memperbaiki itu semua. Kadang saya juga kesel, maka saya tinggalkan saja dulu leptop, lalu melakukan hal lain. Kadang saya juga senang, maka saya tuliskan menjadi sebuah tulisan, semacam kali ini 😀

Yang jelas, saya telah memilih apa yang akan saya perjuangkan. Semua proses tadi hanya saya ambil untuk membangun saya. Jika ada penerimaan, saya anggap itu adalah pertolongan Allah. Jika ada penolakan, saya anggap saya memang masih harus terus belajar. Belajar memadankan kata, belajar mendoakan.

Sekian cerita pagi yang lahir dari jemari saya. Ah, cukup lancar karena masih membekas ceritanya 😀

*Pagi ini ada aksi peduli Palestina di Jakarta, #SavePalestinaWithKhilafah

Semoga Allah memudahkan! ❤ ❤

Salam,

Arini

IMG_3967

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s