We Need Khilafah Not Democracy!

Saat hari ini kamu keluar rumah dengan seperangkat alat sholat, eh maksudnya seperangkat penutup aurat (kerudung+jilbab+mihnah+kaos kaki) mungkin udah biasa aja. Padahal, berdasarkan cerita dari para pendahulu, dulu itu, orang pakai kerudung (kerudung doang ini loh ya), sudah dianggap ‘eksklusif’ dan ‘aneh’.

Saat hari ini kamu bicara gadget terbaru, udah bisa diikutin pembahasannya sama yaah banyak orang. Padahal dulu, sedikit sekali orang yang pake hp. Hpnya mahal, pulsanya juga mahal.

Saat hari ini kamu ngomongin fb, twitter, path, instagram, mungkin hampir semua orang tau. Padahal beberapa tahun lalu, masih sedikit pemakainya.

Ya, hidup berlajut. Masa-masa terus berganti. Dan bukan tentang sesiapa dan apa, kecuali manusia yang mengubahnya. Manusia yang membuat perjalanan dan perubahan. Kerena mereka berpikir, karena mereka memahami apa yang harus dicoba agar menjadi lebih baik. Sehingga, perubahan akan terus terjadi. Perubahan tak berhenti, hingga mungkin manusia seluruhnya mati.

Pertanyaannya, perubahan seperti apa yang ingin dituju? Bagaimana?

Nyatanya, hari ini berbagai perubahan telah terpola. Pola yang diaruskan oleh para pemilik kekuatan, korporasi besar, bahkan negara adidaya. Pola model pakaian, kehidupan bermasyarakat, pendidikan, pergerakan mahasiswa, politik, ekonomi, budaya, sains. Setuju tidak setuju, semua sedang mengalir bahkan terlempar pada arus yang sama. Apa arusnya?

Fashion muslimah, sebut saja. Apakah sejatinya untuk kepentingan muslimah menutup aurat demi kemuliaannya? Ya, mungkin ada. Tapi toh banyaknya yang justru dibumbui ‘ini loh tren terbaru’, bukan lagi masalah syari, yang penting happy and beauty, plus olesan make up, semprotan parfum, alias tabarruj sana sini, bahkan perlu sebuah ikon muslimah sejati: miss muslimah. Ini tentang apa? Ini tentang dimana di dunia ini, populasi perempuan, populasi muslimah itu tinggi. Disana ada pasar. Di sana ada keuntungan. Ini tentang komersialisasi. Sudah. Dan ini tentang ideologi.

Pergerakan mahasiswa, selanjutnya. Apa yang digagas hari ini? Masih berkutat pada perubahan orang? Masih percaya bahwa perubahan sikap saja, selesai semua? Atau bahkan cukuplah jadi EO yang sibuk. Proker lembaga tanda tangani sana sini. Undang pembicara dalam seminar seminar. Buat kreatifitas dengan daun singkong, gedebong pisang, menang lomba. Itulah karya nyata. Well, disatu sisi, saya selalu berharap bisa menjadi seorang penemu juga. Penemu yang bisa bermanfaat karyanya. Penemu hebat sebagaimana orang-orang hebat berbuat.

Tapi disinilah bahaya sesungguhnya. Saat mahasiswa mencukupkan dirinya (dibuat merasa cukup) semata seperti tadi, maka dia sedang tenggelam tak berdaya.

Kenapa?

Karena mahasiswa tak lagi merasa sumber kerusakan ada pada sistem kehidupannya. Bahwa perbaikan tambal sulam semata sudah cukup. Padahal ini bukan sekedar masalah orang. Padahal ini bukan sekedar masalah parpol mana. Padahal ini bukan sekedar kurang karya mahasiswa. Ini masalah sistem.

Jika negara kita banyak yang miskin rakyatnya, apakah memang karena kita tidak punya sumberdaya? Jika negara kita harus membeli minyak yang mahal, apakah memang kita tidak punya sumur minyak? Jika, jika, jika!!!

Ini sudah terlalu panjang (tulisan dan juga ocehan saya).
Ya, sudah lah. Cukuplah sudah. Cukuplah sudah.

Dan lihatlah, saya jadi menutup pembicaraan ini dengan tergesa-gesa 😀
Tapi anggaplah pembuka. Atau penambah rasa.

Jadi, mari membuka mata dan membuat arus baru. Atau, mungkin bukan arus baru, karena arus ini sudah ada sejak lama. Dan arus ‘berbeda’ ini telah mulai bergerak pada jalurnya. Arus perjuangan menuju Khilafah.

Dimana dulu, orang orang yang berteriak “khilafah, khilafah” itu masih sunyi.
Tapi siapa mengira, kini gaungnya tak bertepi. Tersebar dan menyatu hampir di seluruh negeri. Manusia tak menyangka, tapi Rabb mengaturnya.

Inilah, perjuangan menuju tegaknya Khilafah.
Inilah, kisah tentang ideologi.

Selamat pagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s