Hai!

Manusia menua dari hari ke hari, minggu ke minggu, bulan ke bulan, tahun ke tahun. Kehidupan menjalani sisa. Perjalanan kian mendekati akhir. Itu sebuah kepastian. Dan manusia tak mengetahui di mana batas mereka. Astaghfirullah…

Dan hari ini hari Senin. Senin yang ke-sekian kalinya sejak saya dilahirkan ke dunia. Nah, bicara tentang Senin, ternyata hari ini selalu masuk jadi momok menakutkan bagi banyak orang. Entahlah. Sampai sampai ada kampanye untuk membuat orang-orang ‘menyukai’ Senin. Kalau saya ingat ingat pas SMU dulu, ternyata hari Senin itu memang seringnya berisi hari pelajaran ‘berat’ dan menguras energi. Hehe…

Yeah, tapi apapun ‘isi’ Senin, gak masalah, toh bukan itu yang terpenting. Yang terpenting adalah apa yang kita persiapkan dan apa yang kita lakukan untuk menjadikan hari Senin ini hebat. Wiih…

So, saya memilih:
1. Mengisi blog ini
2. Cek ulang jadwal selama seminggu, khawatir ada yang kelewat. Tambahin detail kerja nya, kapan ujian, kapan kumpul tugas, kapan jadwal kajian, kapan baca buku, kapan resume jurnal, kapan ini, kapan ini. (Uwaaaa, padet banget -_- )
3. Membayangkan semua yang saya pikirkan ‘susah’ menjadi ‘mudah’. Caranya? Saya pikirkan hal yang lebih ‘susah’. He? -_-
4. Sms-in keponakan (kirim ke emak bapaknya sih) yang lucu lucuuuu :* biar pagi pagi udah semangat

5. Cek berita di TV (ada Pesta Rakyat buat Jokowi, ada makan gratis), cek via internet (masih sama beritanya). Fiuh, semoga presiden terpilih gak PHP-in rakyat ya (tapi pasti PHP sih, hehe <<– ini kata Ustadz Oding lho ya pas #ICMS2014 Kab Bogor lalu 😀 ). Kenapa PHP? Nanti lah ya ceritanya 🙂

6. Berdoa sama Allah agar diberikan kelancaran. Luruskan niat, bahwa kita melakukan semua demi Allah saja, dan agar menjadi catatan kebaikan di akhirat kelak.

Dan, yah, mungkin ini sekilas kegiatan Senin pagi kali ini. Kegiatanmu? 😀

Oiya, ngomong ngomong, 2 hari lalu Kakak Ipar saya (Kak Putri) melahirkan bayi perempuan. Alhamdulillah, cup cup sayang Dedek Athifa Yasmin Aulia. Yes, itu namanya. Kata Bapaknya sih artinya, “anak perempuan yang lemah lebut, hadiah dari Allah”, aamiin… Semoga kamu sesuai doa orang tua mu sholihah…

Dan, ini bagian terpenting dari tulisan ini. Mungkin ‘keberhasilan’ yang terukur dan bisa dibanggakan, seringkali adalah hal-hal yang besar. Padahal, hal besar selalu dimulai dari kebiasaan hebat yang dibangun sehari hari. Penulis besar, biasanya membiasakan membaca dan membaca. Peneliti hebat, biasanya membangun daya kritik sejak lama. Orang yang berhasil di akhirat-pun, pasti mengisi kehidupan dunianya dengan amal sholih sejak lama.

Semoga Allah mengampuni dosa saya.
Semoga Allah mengizinkan saya memperbaiki diri agar tercipta habits yang lebih baik.
Semoga Allah menjadikan Senin ini hari yang hebat ^o^

Salam,

Arini

hour-glass

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s