KOMPATIBEL!

Selama beberapa hari ini, kata kompatibel berulang kali terlintas dalam perbincangan orang-orang di sekitar saya. Meski dengan pembahasan yang berbeda sama sekali, tapi tiba tiba saja saya tergelitik untuk membahas tentangnya. Yup, meski berbeda, bukan berarti tak bisa ditarik kesama-annya-kan? 🙂

Nah, bersumber dari Kamus Besar Bahasa Indonesia diketahui bahwa, “kompatibel/kom·pa·ti·bel/ a mampu bergerak dan bekerja dng keserasian, kesesuaian (msl mesin, komputer)“. Artinya, jika kita bicara tentang kompatibel, kita tidak sedang bicara tentang satu hal saja. Ya, setidaknya kita sedang membahas dua, mungkin tiga, atau mungkin lebih dari itu. Hingga kita tahu, ‘sesuatu’ itu sedang ‘seirama sekata’ alias kompatibel alias klik.

Misalnya, dari kuliah Penulisan Ilmiah minggu lalu, dipaparkan tentang bagaimana seorang pemrasaran harus benar-benar mempersiapkan semua kebutuhan presentasinya dengan baik. Dalam ceritanya, dosen tersebut menyampaikan bahwa ia pernah gagal presentasi hanya karena file presentasinya tidak ‘kompatibel’ dengan alat yang tersedia. Ya, dan karena presentasi dilakukan di lokasi yang berada di tengah hutan, tentu saja tidak ada kesempatan untuk menukar peralatan lagi.

Salah seorang kakak kelas saya, karena diburu-buru harus pergi penelitian lapangan, ia tidak terlalu cermat melihat bahwa print-out makalah kolokiumnya telah berubah format. Usut punya usut, tipe file yang ia simpan di laptopnya berbeda dengan laptop dimana ia nge-print, alhasil yang tampak hanyalah deretan huruf tanpa spasi.

Ya, terlepas dari ada komunikasi yang tidak baik dalam kasus pertama atau kekurangtelitian pada cerita kedua, namun intinya adalah ‘ada yang tidak kompatibel’ di sana. Dan sesuatu yang tidak kompatibel itu tidak akan bisa dipaksakan menjadi baik. Ia tidak sejalan. Ia tidak sesuai.

Lagi lagi ya, hasilnya bisa tidak maksimal, gagal, rusak, tak bisa digunakan lagi. Itulah pilihan pilihan yang mungkin terjadi saat sesuatu yang tidak kompatibel kita paksakan tetap berjalan.

***

Siapa yang tidak ingin hidup nyaman? Ibarat sebuah keluarga. Ayah dan ibu tenang jika anak-anaknya dapat sekolah di tempat yang berkualitas tanpa pusing memikirkan biaya. Sang ayah bekerja nyaman dengan gaji mencukupi. Ibu tenang tanpa mengkhawatirkan pergaulan anak-anak, tak terburu oleh harga bahan pangan yang melonjak. Ibarat seorang petani. Ia tenang apa yang ia tanam akan berbuah. Hasilnya baik, harganya tinggi, dan menyenangkan anak istri. Modal balik dan bisa bertanam lagi. Uangnya cukup untuk hari ke hari.

Semua mendamba kenyamanan. Semua menginginkan kebaikan. Karena itu, semua dambaan dan keinginan tadi pun diakomodir oleh sebuah sistem kehidupan. Namun sayangnya, sistem kehidupan ini tidak ‘kompatibel’ dengan apa yang diharapkan.

Kita butuh keamanan, tapi hukum murah hingga mudah dibeli. Kita butuh pendidikan berkualitas, tapi pendidikan mahal. Kita butuh kesehatan, tapi orang miskin dilarang sakit. Kita ingin terbebas dari perusakan moral, tapi pornografi difasilitasi. Kita ingin miras dan narkoba diberantas, tapi terlalu banyak oknum dari pihak atas. Kita ingin kekayaan rakyat digunakan untuk rakyat, tapi penguasanya pembebek dan gampang dicocok hidung. Asing berkuasa, dan rakyat nelangsa.

Well, hirup mah nalangsa neng.

Itulah kala harapan yang ditanam tidak kompatibel dengan sistem yang ingin mengakomodirnya. Kita hanya akan mendapati kesia-siaan, bahkan kehancuran.

***

Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al-Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi yang berbuat demikian darimu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat(TQS Al-Baqarah: 85)

Maka, sistem yang terbaik yang akan menyampaikan manusia pada harapan alamiahnya sebagai manusia, hanyalah sistem yang kompatibel dengannya. Dan sistem yang kompatibel tentu saja berasal dari pencipta yang sama dengan pencipta manusia, Allah SWT, bukan yang lain. Sistem Islam berasal dari pencipta manusia. Maka ia akan kompatibel dengan harapan manusia, naluriahnya manusia, tabi’i nya manusia.

“Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa.” (TQS. Al An’am: 153)

kebenaran

Pada akhirnya, kita butuh sesuatu yang kompatibel. Charger Hp merk A dengan Hp merk A. Tutup botol dengan botolnya. Gembok dan anak kuncinya.

Dan, dan seperti hatiku yang mungkin hanya kompatibel dengan hatimu 🙂 😀

#Eaaaa #MendadakMual #SudahAbaikan

*salam malam Rabu

Arini 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s