Ucapan Doa

Well, setelah hari ini saya merencanakan untuk mengucapkan segenap doa untuk teman-teman yang saya kenal. Tulisan tulisan ini dimuat dalam kategori, “Doa untuk Mereka”. Biar menjadi kenangan 🙂

  1. Beberapa minggu lalu, Nisa memberikan kabar bahagia. Yeay, alhamdulillah Allah mempercayakan bayi di rahimnya. *berbungabunga* Semoga bayinya sehat, Nisa dan suaminya juga sehat terus. Bisa mempersiapkan semuanya dengan baik, hingga bayinya lahir dan tumbuh besar. Aamiin.
  2. Dan, dan yang berikutnya dari Ainun. Alhamdulillah sudah menikah, yeay. Pecah telor AKT46 :). Semoga pernikahannya berkah, sakinah mawaddah wa rahmah. Menjadi keluarga ideologis, pencetak generasi hebat, aamiin… Berharap bisa banget datang, tapi nikahannnya jauh di Probolinggo, dan momennya lagi banyak tugas *nangis < karena banyak tugas.
  3. Tapi kabar sedihnya, kemaren Ibu Leni meninggal dunia :(. Semoga Allah menguatkan Leni. Semoga almarhum ibunya diberikan kebaikan di akhirat, diberikan tempat terbaik di sisi Allah. Keep fight Leni, Allah sayang Leni :’)
  4. Ada kabar dari Iin, bahagia banget. Cuma dishare nya entaran aja, pas momennya lebih tepat.

Curi Curi Kesempatan

Matahari meninggi. Serambi rumah bagian timur mulai sejuk. Ditinggalkan kehangatan tadi pagi, kini ia hanya berteman dengan beberapa jemuran yang hampir seluruhnya kering. Aku menatap senang, Yeee, akhirnya lemari terisi kembali. Hihi, kau tau beberapa agenda yang super berantakan minggu ini, menyisakan sakit di kepala. Bukan, bukan apa-apa, hanya aku terlalu ‘menikmati’ hari libur, beberapa aktivitas justru terlalaikan.

Lagi, aku hanya rindu menulis di sini. Maka, kusempatkan kali ini menulis. Aku tau ini konyol, dimana ada beberapa DL tugas malam ini. Tapi, seperti menyirami tanaman, aku merasa tersirami pula. Ini masih konyol.

Sederhananya, aku merasa berat jika ada yang tidak kubagi. Aku ingin berbagi sesuatu, sesuatu yang memukul mukul di kepalaku. Sesuatu yang menendang di telingaku. Sesuatu yang berpendar di mataku. Itu.

Energi. Semangat. Mimpi. Cerita.

Maukah kau mendengarkan? 

Nge-Draft ‘Desa Daunisia’

Suatu kala di sebuah desa bernama Daunisia, hiduplah keluarga Musca domestica. Keluarga ini hidup dengan rukun dan damai. Mereka selalu memiliki waktu untuk berjalan-jalan, mencari makan bersama, hingga bersenda gurai di sore hari. Tak jauh dari kediaman mereka, hidup pula keluarga lain yaitu keluarga Entomophthora muscae. Dibandingkan dengan kehidupan keluarga Musca domestika yang serba berkecukupan, tidaklah demikian kehidupan Entomophthora muscae. Keluarga ini hidup pas-pas an dan bisa dibilang sangat tergantung dengan bantuan keluarga lain di desa tersebut. Selain hidup tergantung dengan keadaan, Entomophthora muscae ternyata memiliki sifat unik lainnya, yang membuatnya dijauhi oleh masyarakat di desa Daunisia, yaitu kemampuan mengeluarkan senjata yang mampu mematikan keluarga lain, bom konidia. Inilah yang membuat Entomophthora muscae dijauhi dan dikucilkan. Namun, apa daya, begitulah cara Entomophthora muscae mempertahankan keluarganya agar tetap hidup.

Pada suatu pagi yang cerah, anak ke-tiga dari Musca domestika berjalan di tepi sungai Tulangisia Daunisia. Ia berniat untuk mengambil beberapa photo yang bagus, kebetulan di sekolahnya ia mendapat tugas photografi. Pucuk dicinta ulam pun tiba …. (bersambung)

Masih Jauh!

Dan, dan seperti biasa, kalau saya berhasil menelorkan ‘sesuatu’ di blog ini, maka artinya saya telah terinspirasi dari seseorang atau sesuatu yang saya temui. Dan yup, bagi saya, berbicara dengan orang lain, memperhatikan mimiknya, menatap daun kering di depan kantin, mendengar deru bising kenderaan, mengintip awan berarak dari jendela yang berdebu, menyanyikan lagu dengan nada sumbang, menerima sms operator yang setia, menyaksikan ritme kasir supermarket, menertawakan sesuatu yang (tidak) lucu dan beraneka aktivitas lainnya, adalah sumber inspirasi. INSSSPIRASSSI. Continue reading “Masih Jauh!”

Hidupmu, Digenggam oleh Allah

Kemaren benar-benar menjadi Minggu siang yang menakjubkan. Siapa sangka, diakhir libur yang panjang ini, ada momen yang menjadi sebuah titik balik. Titik balik yang selama ini dicari. Ibarat kamu seperti terombang ambing, dan sekarang arah yang benar telah jelas lagi. Ya, setidaknya untuk menghadapi hari ini, mungkin esok, lusa, dan insyaaAllah seterusnya, telah ada semacam panduan sekaligus ‘pelecut’ hebat. Lecutan yang tak menyakitkan tentunya.  Continue reading “Hidupmu, Digenggam oleh Allah”

Lari Pagi Hari Ini

Selalu ada bahagia. Libur hari ini_meski dengan 50% rasa malas_terisi jua dengan menyusuri jalanan kampus. Biasanya lari pagi cuma berdua dengan partner sejati, Kak Maiyus. Tapi hari ini ditambah dengan Elis, yang dulunya rupanya adalah juara marathon tingkat…tingkat kelasnya 😀

Cukup membuat hari berwarna deh, jadi segar, jadi lebih bersemangat. Apalagi setelah photo photo 😀 *Jadi momen ini lebih menarik?

Sendiri Menanti

BerduaBerduaIMG-20150501-WA0026BerduaBerdua

Dari balik dedaunan