Nge-Draft ‘Desa Daunisia’

Suatu kala di sebuah desa bernama Daunisia, hiduplah keluarga Musca domestica. Keluarga ini hidup dengan rukun dan damai. Mereka selalu memiliki waktu untuk berjalan-jalan, mencari makan bersama, hingga bersenda gurai di sore hari. Tak jauh dari kediaman mereka, hidup pula keluarga lain yaitu keluarga Entomophthora muscae. Dibandingkan dengan kehidupan keluarga Musca domestika yang serba berkecukupan, tidaklah demikian kehidupan Entomophthora muscae. Keluarga ini hidup pas-pas an dan bisa dibilang sangat tergantung dengan bantuan keluarga lain di desa tersebut. Selain hidup tergantung dengan keadaan, Entomophthora muscae ternyata memiliki sifat unik lainnya, yang membuatnya dijauhi oleh masyarakat di desa Daunisia, yaitu kemampuan mengeluarkan senjata yang mampu mematikan keluarga lain, bom konidia. Inilah yang membuat Entomophthora muscae dijauhi dan dikucilkan. Namun, apa daya, begitulah cara Entomophthora muscae mempertahankan keluarganya agar tetap hidup.

Pada suatu pagi yang cerah, anak ke-tiga dari Musca domestika berjalan di tepi sungai Tulangisia Daunisia. Ia berniat untuk mengambil beberapa photo yang bagus, kebetulan di sekolahnya ia mendapat tugas photografi. Pucuk dicinta ulam pun tiba …. (bersambung)

Advertisements

One thought on “Nge-Draft ‘Desa Daunisia’

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s