Menang!

Kejadian bertahun tahun lalu itu kini menjadi jelas kembali. Aku yang duduk di deretan bangku paling belakang, berusaha keras memperhatikan Bu Zainab. Memang Bu Zainab terbiasa bicara serius, jarang bercanda, tapi biasanya selalu mengena. Mengena apalagi untuk menyadarkan kami muridnya. Ini hari pertama masuk sekolah setelah liburan panjang Ramadhan.

“Apa yang kalian dapatkan setelah Ramadhan ini? Satu bulan puasa, menahan lapar dahaga. Sholat tarawih, tadarus bersama. Mengaji, sedekah, hingga bayar zakat semua. Apa tanda kita semua menjadi orang bertaqwa?”

Masih saja ada bisik di kanan kiri. Gerombolan tukang rumpi di kelas kala itu tak kenal perempuan laki laki. Shhh, aku berusaha mendesah_yang lebih mirip mencicit_biar mereka diam.

“Wajah orang muslim yang menang itu akan bercahaya di hadapan Allah. Jiwanya tenang, ia menang.”

*** Continue reading “Menang!”

Advertisements