Sebesi Taklah Sepi

Setelah mencoba Mengenang Nenek Moyang, dan terbawa perasaan ke sana sini (baper kalo kata Sarah sama Mila, sang queens of fieldcourse), akhirnya merapatlah kapal yang kami tumpangi di Pulau Sebesi. Butuh waktu selama dua sampai tiga jam-an lah. Perjalanan dapat dinikmati sekitar 25 menit di awal dan 20 menit menjelang tiba. Ditengah tengah perjalanan, terlempar ke alam bawah sadar.

Pulau Sebesi dari kejauhan. Diselimuti awan, disandari buih lautan
Pulau Sebesi dari kejauhan. Diselimuti awan, disandari buih lautan

Membuncah rasa bahagia, mengalir rasa syukur, dan terbayar rasa lelah. Ah, permulaan yang indah. Tak menunggu lama, kami bergegas mengangkat barang bawaan masing-masing. Ujar dalam Melayu, ‘terhegeh hegeh’ juga lah diri ini memanggul carrier (Sponsored by Tri Susanti, anak Silvikultur 47 IPB, hehe. Btw sleeping bag juga pinjem dari anak ini). Bukan apa apa, masalahnya, ini pertama kali dah bawa bawa barang dengan carrier (Kagum berat sama Nisa yang kebiasa naik gunung dan bawa barang banyak).

Ya kalo pulang kampungkan bawa barang paling pake koper, tinggal seret. Ini mah gaya gaya lapang, baru banget ngerasain. Ditambah lagi, secara fisik akunya juga ‘ringkih’ banget (hahaha, sadar diri tapi pengen ikut ikutan). Tapi cukup teratasi lah dengan bantuan dari berbagai pihak dan sebenarnya juga jarak dari pelabuhan dan rumah peristirahatan ga jauh jauh amat. Terselesaikan lah masalah angkut barang.

Bersama Kak Anda, kami berdua masih 'putih'
Bersama Kak Anda, kami berdua masih ‘putih’

Ya, perjuangan sebenarnya baru lah akan dimulai. Aku memilih untuk tergabung bersama grup Capung, Dragonfly team. Awalnya sih, mau bergabung dengan kelompok kupu kupu (Butterfly team). Tapi saat dilihat lihat, yang memilih tim kupu kupu ini banyak banget. Jadilah, kubujuk Kak Anda (yang berminat sama tim burung, Bird team) untuk masuk jadi anggota capung. Dengan sedikit (banyak) terpaksa Kak Anda menyerah, hehe.

Tobias
Ini Tobi

Yeay, jadilah kami tergabung menjadi team Capung. Kami dibimbing sama seorang supervisor, Tobias (Univ Vienna).Tobias sangat sangat serius dalam menjalankan perannya. Aku belajar banyak hal darinya, tentang bagaimana mempersiapkan segala keperluan penelitian, menjaga data, mengumpulkan data tambahan, dan segala hal yang selama ini (suka) dipandang remeh, padahal penting. Saking serius (?) nya Tobi, saat aku dan kak Anda (lagi lagi bersama kak Anda) istirahat sejenak, Tobi bertanya “Guys, are you seriuos you are taking a survey?”

Dan kami akan bergegas bangkit untuk mengejar capung lagi πŸ˜€
Well, di lapangan kadang menakutkan, tapi aku tau itu hanya gurauan (apa serius?) πŸ˜€

Felix
Ini Felix

Selain itu, ada Felix yang kalau di film film, adalah seorang tokoh protagonis, temannya tokoh utama, yang suka melawak dan lucu. Sangat mudah berteman dan menghidupkan suasana dengan banyolannya. Diakhir akhir acara, karena aku harus presentasi bersama Felix, aku sungguh terbantu dengan dukungannya. Biasalah sindrom ‘deg deg an’ dan ketidakpercayaan diri suka melanda, tapi berkat semangat dari Felix, aku cukup yakin bahwa kami bisa. Yeah, we can do it!

Johannes
Ini Johannes. Satu satunya foto yang tercapture dengan tawa yang sangat lebar. Momen ini terjadi saat Johannes dan Tobi tidak sengaja ‘melepaskan’ capung tangkapan kami.

Lalu ada Johannes (merupakan teman lawasnya Felix, mereka sudah berteman selama 14 tahun) yang merupakan tokoh ‘misterius’ karena hanya akan mengeluarkan suara jika diperlukan. Tapi aku tertolong karena saat di Peucang (Ujung Kulon), tepat bagian atas kerudungku tersangkut di duri tanaman rotan. Mau melepaskan diri sendiri tak mampu, karena aku tak bisa melihatnya (bayangkan bagian atas kepalamu tepat). Dan untuk diraba raba yang tak mungkin, durinya ganas. Dan Johannes melepasnya dengan tanpa berujar apa apa. Well, but thanks.

Franziska
Ini Franziska

Dan ada Franziska, yang harus sangat sangat berjuang mendapatkan capung karena sejak awal selalu gagal. Hehe, aku merasa kasihan padanya, tapi dia berjuang cukup keras hingga akhirnya mendapatkan capung juga. Franziska anak yang ramah, senang bercerita, dan rasa ingin tahunya besar. Dia banyak bertanya pada kami tentang segala hal, terutama tentang Islam. Ini mungkin pertama kali baginya, bersinggungan langsung dengan seorang muslim seperti kami.

DSCF0293

Selebihnya adalah teman teman dari Indonesia. Dan ini tentunya Kak Anda, hehe. Yang pada hari hari pertama masih sangat ‘putih’ dan belum terbakar. Aneh bin lucu karena kak Anda mengalami banyak kejadian ‘tidak mengenakkan’ selama fieldcourse ini. Tapi aku belajar banyak hal darinya. Pengetahuan nya tentang dunia ‘biologi’ sangat membantuku yang tak seberapa ini, hehe. Selain itu, daya keinginan jelajahnya, sangat berbeda dengan tubuhnya yang mungil. Meski kecil, wah salut untuk daya juangnya di lapangan kak πŸ™‚

Kak Gilang
Ini Kak Gilang dalam Versi cover album: Mengembara 5

Dan ini kembarannya kak Adam (ha) alias Kak Gilang. Peraih medali perunggu OSN pada masanya ini, benar benar hebat pengetahuannya di lapangan. Bukan cuma tentang capung, tapi semuanya. Wajar sih, lebih banyak punya pengetahuan sama pengalaman hidup yang keras πŸ˜€

AldyNah, yang terakhir ini Aldy. Pendiem (?) kedua lah setelah Johannes. Tapi banyak berjasa dalam menolong dan memudahkan selama perjalanan. Apalagi dalam melaksanakan urusan sholat dan kewajiban kewajiban sebagai muslim, Aldy bisa diandalkan untuk mengomandoi. Alhamdulillah. Apalagi bagi saya, perjalanan dan kegiatan apapun, soal kewajiban sama Allah harus jadi prioritas. Bagaimana sholat, bersuci, dan hal semacam itu, harus sudah jelas. Jadi, semacam dapat partner yang pas selama ada yang punya pemahaman yang sama.

Ya, pada akhirnya aku telah belajar banyak hal dari mereka. Tentang kerjasama, menghargai, semangat, hingga kerja keras. Kadang ya ada kesalahpahaman, tapi diluar itu, bukankah kami sama sama sedang belajar? Bukan hanya tentang capung tentunya, tapi tentang menjadi manusia seutuhnya. Bahwa manusia_yang tak sempurna_selalu membutuhkan orang lain. Dan tentu saja, perjalanan ini masih panjang.

Punya Felix2
(left-right) Kak Gilang, Aldy, Tobias, Johannes, Felix, Kak Anda, me, and Franziska with ‘pond’

(masih bersambung)

Advertisements

2 thoughts on “Sebesi Taklah Sepi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s