Semburat Rindu di Malam Iedul Adha

Tak terasa pemilik blog ini akan memasuki tahun ketiga-nya bersama blog ini (tentu saja). Setelah sebelumnya malang (beruntung) melintang di dunia pencarian jati diri, eleh, alias gonta ganti blog, akhirnya kepincut disini. Efek ‘sudah lebih banyak yang ditulis‘ sepertinya berpengaruh. Ya iya, sayang saja kalau tiba tiba ditinggalin kan? 🙂 Tapi ya semoga ke depannya lebih banyak tulisan yang berbobot, hehe, (dengan kata lain mengaku bahwa) selama ini banyak yang gak jelas sih.

16122011736 - Copy
Bersama beberapa teman: (left-right) Iyas, Tyas, Mb Eka, me, Tri, and Eci

Waktu yang berjalan, selalu memberi banyak pelajaran. Banyak yang ditemui, banyak yang memberi arti di sana sini. Maka ditangkupkanlah nama nama mereka dalam untaian doa. Seumpama abadi, maka biarlah ia tetap tersimpan dalam ingat. Bahwa mereka pernah membersamai, pernah bersama mencari arti diri.

Dan oh iya, malam ini bertepatan dengan malam Iedul Adha. Allahu akbar, allahu akbar, wa lillaahilhamd. Iedul Adha yang kesekian di Bogor, terpisah dengan Mamak, Abah, Nonon, Abang. Hanya bersama Kak Dina dan keluarga kecilnya. Sejenak mencoba mengabaikan rasa rindu yang menyeruak tiba-tiba.

Oh iya, dulu saat kecil, aku selalu membandingkan antara Iedul Fitri dan Iedul Adha. Apanya? Hehe, membandingkan ‘panjang hari liburnya’. Karena Iedul Fitri biasanya diawali libur Ramadhan, sementara Iedul Adha hanya libur hari-H nya saja, maka aku lebih suka Ied Fitri. Sampai akhirnya aku lebih dewasa (?) untuk tak membandingkan suatu perihal yang sama baiknya. Bahwa berjuta makna di balik hari raya haji ini. Tentang ketaatan seorang hamba pada Rabbnya. Ialah Ibrahim as hamba Allah yang shalih, ialah Hajar di tengah padang pasir, dan ialah Ismail as di depan bilahan pedang.

ياَ إِبْرَاهِيْمُ أَيْنَ تَذْهَبُ وَتَتْرُكُنَا بِهَذَا الْوَادِيْ الَّذِيْ لَيْسَ فِيْهِ إِنْسٌ وَلاَ شَيْءٌ فَقَالَتْ لَهُ ذَلِكَ مِرَارًا وَجَعَلَ لاَ يَلْتَفِتُ إِلَيْهَا. [[فَقَالَتْ لَهُ: آللهُ الَّذِيْ أَمَرَكَ بِهَذَا، قَالَ: نَعَمْ. قَالَتْ: إِذَنْ لاَ يُضَيِّعُنَا.. [رواه البخاري عن ابن عباس

“Wahai [suamiku] Ibrahim, ke manakah engkau  hendak pergi, meninggalkan kami di lembah ini, yang tak ada satu orang dan apapun jua. Dia [Hajar] mengatakan itu kepadanya berkali-kali. Nabi Ibrahim pun tidak menoleh kepadanya. Lalu Hajar berkata kepadanya, “Apakah Allah yang memerintahkan ini kepadamu?” Dia [Ibrahim] menjawab, “Benar.” Dia [Hajar] berkata, “Jika itu memang perintah-Nya, pasti Dia tidak akan membiarkan kita tersia-sia.”

[HR. Bukhari]

[يآ أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِيْ إِنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِيْنَ﴾ [الصافات: 102]

Wahai ayah, laksanakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah engkau akan menemukanku termasuk orang-orang yang bersabar.”

[QS. Al-Shaffat: 102].

Sungguh, sebongkah rasa malu menyelimuti diri yang tak seberapa ini. Mengaku iman, namun sendirinya mudah bikin aturan. Mengaku ikhlas, namun kadang angkuh menganga bablas. Mengaku ridha, namun keluh kesah disebar dimana mana. Astaghfirullah.

[وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ الْعَالَمِيْنَ﴾ [الأنعام: 71]

 Dan kami telah diperintahkan untuk berserah diri (secara mutlak) kepada Allah Allah Tuhan semesta alam.

[QS. Al-An’am: 71]

Sungguh, Iedul Adha pun menjadi saksi akan bersatunya umat Islam. Tanpa sekat bersujud di hadapan kiblat yang ingin dihancurkan Abrahah, Ka’bah. Memuja Allah, bertasbih, mengucapkan kalimat kalimat talbiyah. Meski pilu rasanya, jika usai ibadah haji, semua bercerai kembali. Dibatasi nasionalisme, diberaikan kelompok, dipisahkan oleh batasan batasan semu. Siapa yang susah, tak ada yang tahu. Selama bukan kita, kenapa perlu banyak cerita? Astaghfirullah.

28032013(003)
dalam sebuah aksi

Sejatinya belumlah cukup hanya tersadar akan salah. Esok, setiap khilaf harus dihapus dengan kesungguhan untuk memperbaiki diri. Persatuan hendaknya dibangun kembali. Aturan semestinya kembali pada Ilahi Rabbi.

Maka, semoga Allah menerima amal ibadah kita. Selamat Iedul Adha, mohon maafkan kesalahan, lahir dan bathin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s