Pesan Yang Terlambat

pesan yang terlambat

Angin meliukkan dedaunan dengan malasnya. Seadanya saja berhembus sebelum nanti petang menjelang. Petang saat awan telah menggumpal menyembunyikan matahari hingga malam terasa menghampiri cepat, maka angin tak punya jeda istirahat. Ia harus menabuh setiap dinding yang membisu untuk mengimbangi gemuruh dari atap bumi. Sutradara hujan, menelusupkan sejuk pada akhir-akhir hari umat manusia di musim ini. Continue reading “Pesan Yang Terlambat”

Advertisements