hujan seharian

Hujan sebenarnya belum turun. Ia masih sekedar titik titik kecil menyentuh pelan di bahu. Dihembus angin, dibuai redupnya mentari. Beberapa lubang di jalan tetap saja membuat aku berjingkat, basah. Meninggi, tapi awan setia mengitari. Cahaya siang kian temaram. 

Hujan akhirnya turun. Berlapis gumpalan hitam di atap bumi. Udara terpompa meniup helai dahan dan asa. Tanah menguap lebih nyata. Kepala tertunduk di bawah atap, menyelinap di balik lengan. Malam tiba di awal waktu. 

Hujan masih turun. Sejumput kenangan memuara dalam diam. Ada doa yang mengalir lewat bisik. Esok, jadikan kebaikan. 

#randomstory 

Advertisements

2 thoughts on “hujan seharian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s