Belajar Menjahit

Dan sisa kain habis bikin jilbab beberapa waktu lalu, rupanya masih cukup banget dibuat ini itu. Dan seperti biasa, jiwa berkreasi (kibas kibas) pun muncul. Kebetulan juga, kak Aldina punya mesin jahit, dia beli waktu masih rajin rajinnya les jahit. Jadilah kepikiran buat bikin baju buat #babyAhna.

Cek cek, dicarilah baju yang paling gampang buat dijiplak modelnya. Maklumlah, #AcikArini ini bersemangat saja, padahal belum punya kemampuan menjahit pakai mesin, hihi. Oke, akhirnya model baju nya yang keliatan kelek aja, biar ga susah bikin tangan, dan selainnya hanya perlu jahit lurus. Gak perlu ukur ukur, jiplak aja dengan baju bajunya.

menggunting
Njiplak pola
Sudah digunting
Nggunting

Habis digunting, mulailah kehebohan sana sini. Secara, biasanya kalau ada perlu pasti langsung minta kakak yang jahitin. Sekarang, karena ini ide sendiri, akhirnya setelah tanya tanya ke kakak, mengerti cara masang benang ke jarumnya, mengganti benang bagian bawah, dan lalalala nya dari mesin jahit ini.

menjahit
Njahit

Selama habis Maghrib sampai habis Isya, proses pembuatan sudah rampung 85%. Tinggal merapikan bagian kelek dan bawah. Sisanya yang 15% lagi? Ditinggal sampai 3 hari, gak disentuh. Kenapa? Awalnya karena merasa agak kecewa, potongan bawah yang sebenarnya lurus malah jahitannya gak lurus. Mungkin kebawa perasaan mau #sempurna, jadi ada perasaan malas buat mikir gimana supaya hasilnya bagus. Terlanjur kecewa sama diri sendiri. But, setelah mikir juga, namanya juga belajar, jangan menyerah cuma karena kurang bagus, harusnya nanti nanti bisa lebih baik lagi, akhirnya njahitnya dilanjutin. Dan inilah hasilnya, yeay alhamdulillah 😀

jadi
Dipoto

 

Menjahit kali ini memberi pelajaran berharga. Saya, dapat memahami ‘sedikit’ lagi tentang karakter saya pribadi. Saya ini, cenderung maunya apa apa bagus, sesuai dengan rencana saya di awal. Pas gak sesuai, mudah patah semangat, mudah mau menyerah. Tapi, di sisi lain, kadang saya cuma ‘butuh’ sedikit waktu untuk mengembalikan tujuan awal saya atau membenarkan tujuan saya, dan kembali melakukan apa yang telah saya mulai hingga menyelesaikannya. ]

Bukan cuma tentang memahami diri sendiri, dengan menjahit, saya jadi kepikiran tentang image. Baju jahitan ini, setelah jadi, lumayan terlihat bagus dan rapi (ngaku sendiri). Padahal kalau dilihat lebih dekat, ada banyak jahitan yang lari sana sini. Artinya? Kadang, orang menganggap diri kita begitu banyak kelebihan sana sini, padahal ‘belum’ keliatan aja boroknya, keburukannya. Yang bisa jadi karena belum terlihat, yang bisa jadi masih ditutupi sama Allah. Tambah lagi, bisa dipoles sana sini. Jadi, kalau keburukan dirimu benar benar Allah takdirkan untuk tetap ‘tertutupi’, bersyukurlah Rin. Lalu berjanjilah tak mengulanginya, berjanjilah untuk menjadi lebih baik.

Benar ya, kehidupan ini sekolah yang sesungguhnya, bagi mereka yang mau mengambil pelajaran. Ah, semoga #babyAhna suka ya.

.

.

.

#AcikArini: Ahna, ini Acik buatin buat Ahna lo.

#BabyAhna: Tatata papapa mamama ppfft oeeekkkk

Alhamdulillah, #BabyAhna suka.

 

Advertisements

5 thoughts on “Belajar Menjahit

  1. Wah diam diam dia..eh aku ny aja yang gak tau kayaknya 😀
    buatin untuk Ha’il juga cik,nnti ummi kasih kainnya 😀

    Btw diantara tulisan nya arini..aku ada gak y..lagi kepoin tp gk nemu 😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s