12th Anniversary of Insect Museum ‘Soemartono Sosromarsono’ IPB

“Museum serangga harus menjadi jendela dunia bagi manusia untuk mengenal serangga”, demikian pesan yang disampaikan oleh Dr Suryo Wiyono, MSc.Agr selaku Ketua Departemen Proteksi Tanaman IPB pada pembukaan agenda 12th Anniversary of Insect Museum Soemartono Sosromarsono, Sabtu, 20 Mei 2017 yang lalu. Bersamaan dalam sambutannya, beliau juga menuturkan bahwa semangat perjuangan Profesor Soemartono Sosromarsono sebagai entomologis pertama Indonesia yang berasal dari pribumi, harus dirasakan oleh mahasiswa dan mendorong mereka untuk mempelajari dunia serangga ini lebih mendalam. Ibu Atiek Sinarwati, sebagai perwakilan dari museum serangga turut menuturkan perjalanan museum serangga yang telah menyimpan koleksi lebih dari 1000 spesies serangga ini. Selain itu, beliau juga menjelaskan berbagai agenda yang rutin diadakan museum serangga dalam rangka memberikan edukasi kepada mahasiswa dan masyarakat umum terkait serangga.

Foto bersama
Peserta berfoto bersama ketua Departemen, kepala museum serangga, dan seluruh panitia

Peringatan ulang tahun museum serangga ini juga dimeriahkan dengan perlombaan identifikasi serangga dan ‘spelling-bee’. Lomba identifikasi serangga dilakukan untuk memperdalam pengetahuan serta mengasah pemahaman peserta terkait ordo, famili, bahkan nama spesies suatu serangga. Sementara itu, lomba ‘spelling-bee’, menuntut peserta agar mampu mengeja penamaan ataupun istilah yang berkaitan dengan serangga menggunakan bahasa Inggris dengan benar. Meski sehari-hari mahasiswa telah bergelut dengan berbagai kesibukan perkuliahan dan praktikum, adanya perlombaan ini diharapkan mampu me-refresh kembali materi-materi yang telah diperoleh dengan lebih fun.

Agenda yang dilaksanakan di Ruang Sidang 1 Departemen Proteksi Tanaman IPB ini, diikuti oleh mahasiswa/i dari Departemen Proteksi Tanaman, Departemen Silvikultur Fakultas Kehutanan dan Pascasarjana Entomologi IPB. Perlombaan berlangsung secara sportif dan diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta. Tampil sebagai 5 besar finalis lomba identifikasi serangga yakni Ratna Nengsih (PTN 50), Sefin Mei S (PTN 51), Fusna A Khoiril Y (PTN 48), Maya Eka Sari (PTN 50) dan Nurul Novianti (PTN 48). Sementara itu, Azru Azhar (Entomologi 2016), Nurul Novianti (PTN 48), Juliana Sani (PTN 50), Cindy Aprilla P (PTN 50), dan Tri Ungki Y (PTN 50) menjadi 5 terbaik dalam lomba ‘spelling-bee’. Peringatan ulang tahun museum serangga yang ke-12 tahun ini ditutup dengan pembagian hadiah pada pemenang, acara ramah tamah dan makan tumpeng bersama.

Museum serangga telah menyimpan banyak sejarah dan ilmu yang sangat berharga terkait dunia serangga. Maka sudah selayaknya harus terus diperkenalkan kepada masyarakat, karena museum serangga adalah jendela dunia serangga bagi manusia.

Reportase: Arini (Entomologi S2 2014)

[Tulisan asli diposting di website Departemen Proteksi Tanaman dan photo credit: Ciptadi Ahmad Yusup]

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s