Ngomongin Radikalisme, duh!

Aku tergelitik saat seorang adik bertanya, “Kok bisa mereka bikin bikin tema radikalisme untuk membuat orang Islam takut sama Islam? Padahal kan banyak orang gak tau tentang radikalisme itu apa, bahkan mahasiswa juga sama, banyak yang gak tau tentang itu”. Mungkin sederhananya gini kali ya, “Ada orang yang jualan, tapi barang yang dijualnya itu sesuatu yang ‘kayaknya’ gak dibutuhin sama pembeli, lah kok bisa tetep dijual? Kalo pembeli gak tau barang itu buat apa, cem mana pulak nak make, ye kan?”

***

Dan, oke, gini ceritanya, ehehe. Pertanyaan tadi itu bersumber dari sebuah diskusi yang ke-sekian-kalinya tentang radikalisme. Dengan berbagai tajuk yang berbeda, tapi baunya masih sama: tentang radikalisme yang dijadikan propaganda untuk menyerang Islam. Lah kok? Makanan apa ini? 😀 Continue reading “Ngomongin Radikalisme, duh!”

Advertisements

Menginspirasi Kebaikan

Siapa orang yang sering menginspirasi kamu untuk berbuat kebaikan? Oke, sebelum  itu, jawab ini dulu deh, apakah kebaikan yang kamu lakukan, seringkali terinspirasi oleh orang lain? Ehm…, iya, berbuat baik apa aja. Mudah memaafkan misalnya, selalu meninggalkan sesuatu yang gak bermanfaat, sholatnya tepat waktu, rajin bersedekah, senang membantu orang lain, baik bacaan Qurannya, hebat dakwahnya, lembut lisannya, indah senyumnya (hati hati contoh ini mulai melebar), harum baunya (kian jauh walau masih bisa nyangkut), atau rapi bajunya (oke kita sudahi saja memberi contoh). Kalau iya, tos, berarti kita sama 😀 Continue reading “Menginspirasi Kebaikan”

Umat yang Sedang Belajar

 

Mungkin masih lekat dalam ingatan kita tulisan tentang “Islam Agama Warisan”, yang menjadi viral di sosial media beberapa waktu lalu. Saat itu sang ‘penulis’ bahkan diundang ke istana negara. Afi Nihaya dianggap ‘berani’ menyuarakan paham keberagaman yang dipandang mulai pudar di tengah masyarakat negeri ini. Meski begitu, pemahaman segar dari Afi ini tetap menjadi sorotan sebagian besar muslim karena bertentangan dengan konsep Islam. Lalu baru baru ini, seorang artis ibukota turut menjadi pembicaraan pasca melepas kerudung yang telah ia kenakan. Pendapatnya tentang ‘beragama atau tidak beragama sejatinya tidak berpengaruh terhadap kehidupan manusia’. Umat Islam bersikukuh menyayangkan pilihannya, sementara sebagian lagi menganggap itu adalah kebebasan dan hak setiap orang. Terlepas dari berbagai peristiwa yang terjadi, ada sebuah fakta yang tak boleh dipungkiri, bahwa umat Islam di negeri ini tengah berada pada puncak semangat keIslaman yang tinggi. Gelombang penolakan atas penistaan al Maidah 51, aksi demi aksi bela Islam dan kriminalisasi ulama, kesadaran umat tentang pentingnya menjaga pemahaman Islam, hingga berkumpulnya berbagai gerakan Islam dalam reuni 212 yang lalu menjadi bukti kerinduan akan persatuan umat Islam. Continue reading “Umat yang Sedang Belajar”