Jambi dalam Belokan Mimpi

Pernah terbersit menjalani hari lebih dari semalam di Jambi? Tidak.
Pernah terbayang menyusuri jalannya, berjalan kaki? Laa.
Pernah terucap ingin mencicipi makanannya? No.
Pernah ber-angan tinggal di Jambi? Nehi.
Pernah ber-mimpi menaruh impian di Jambi?

Seluruhnya tidak. Tidak pernah.

***
Dulu, aku melewati Jambi dengan cerita berbeda. Berbeda tiap kali datang dan pergi. Delapan jam jarak tempuh Tembilahan menuju Jambi, mengajarkanku tentang ketegaran. Delapan jam jarak tempuh Jambi menuju Tembilahan, juga benar benar mengajarkanku tentang harapan. Sederhana, perjalanan dari Tembilahan ke Jambi selalu lebih berat dibanding Jambi ke Tembilahan. Bertahun tahun berteman ‘mabuk darat’. Bertahun tahun ‘membenci’ setiap belokan dalam perjalannya. Bertahun tahun ‘mengutuk’ bau ac, parfum mobil, hingga rumah makan di tengah belantara.

Dan itu membuatku tersadar, ini bukan sekedar perjalanan dan jaraknya yang membentang, tapi tentang…tujuan.

***
Siapa yang sangka, kini aku memasuki bulan ke-enam mendiami sisi Telanai Pura.
Siapa yang menduga, aku telah menyusuri tepian jalannya, di mana hampir tak ada pejalan kaki lainnya.
Siapa yang mengira, aku telah mencoba sana sini masakannya, meski ehm…tak terlalu mengena seleranya.

***
Aku tak menduga bahwa aku akan melewati belokan yang kubenci itu berulang kali, berkali kali. Aku tak menduga akan melewatinya dengan ‘baik baik’ saja bahkan beberapa kali terpaksa ‘membantu’ orang lain yang mabuk darat layaknya aku sebelumnya. Aku tak menduga mampu menerima sentuhan dingin ac, parfum mobil dan bahkan memesan makanan di rumah makan yang tak lagi di tengah belantara (sudah banyak rumah yang dibangun di sana, dan tak lagi benar benar belantara).

Sama sekali tak terduga.

Dan itu lagi lagi membuatku tersadar, ini bukan sekedar perjalanan dan jaraknya yang membentang, tapi tentang…tujuan yang menjadikanmu kuat.

***

Cerita ini terlalu abstrak untuk dipahami. Jelas. Alih alih membuatmu terinspirasi, mungkin malah membantumu bertambah bingung 🙂

Jadi kusudahi saja di sini 🙂 Sederhana saja, ternyata tujuan hidup akan memandu kita melewati apapun demi sampai ke ujungnya. Tak peduli berat, sulit, atau apapun itu. Sampai tanpa kita sadari, kita menjadi ‘pribadi’ yang berbeda. Yang lebih kuat, yang lebih tangguh. 

Bukan begitu?

Advertisements