Aku pernah menulis puisi ini, tertanggal 01 Desember 2008

 

Jika masih ada waktu itu

Jika masih ada kesempatan itu

 

Aku ingin melihat senyum yang indah itu karenaku

Aku ingin tetes air mata itu lenyap karenaku

Aku ingin luka yang di aliri darah itu mengering karenaku

 

Sungguh,jika masih ada waktu

Sungguh,jika masih ada kesempatan

 

Wahai waktu yang tak pernah menunggu

Aku ingin asa itu terwujud

Dalam nyata atau fana,sudah

Tak penting lagi

Meski aku hanya tiang beton yang tak mampu bersuara

Meski aku hanya jalan lebar yang sunyi

 

Wahai kesempatan yang lelah datang

Tetaplah datanglah meski dengan segala kebencianmu

Dengan tangis ataupun jerit

Sudah tak peduli lagi

Walau aku hanya kain rombeng bekas yang menua

Walau aku hanya topi butut usang yang tak bermakna

 

Aku ingin asa itu…

Tolonglah Tolonglah wahai angin malam

wahai penyair cinta

Tolonglah wahai dinginnya subuh

 

Kau hanya tinggal membantu

Hanya tinggal membantu

 

Wahai tangan yang lelah menulis,semangatlah!

Karena waktu itu tlah marah

Hingga kesempatan itupun pergi