Aku pernah menulis puisi pada pada tanggal 15 April 2010

 

Seperti hari yang terus berlalu

Biar sedetik dibelakangmu, ia tak terjamah

Rasanya hari semakin senja, menua tak kompromi

 

Aku berdosa hari itu

Tetes-tetes tinta sang malaikat seakan tergambar dibenakku

Menuliskan setiap rona

Tiap lika-liku

 

Seringai wajah-wajah iblis bergentayangan

Berucap salam akan kedatangan Adam

Entah sejarah terulang lagi

Kini ada banyak iblis di surga

 

Banyak iblis kataku

Senja ini terasa ramai

Tak ada lagi kesunyian malam

 

Sulit untuk meyakini

Hidup bersama para iblis

Ia yang oleh Tuhanku telah dikutuk

Telah jelas pula menjadi rajaku

Menjadi pembentuk seluruh organ tubuhku

Mengalir di setiap aliran pembuluh darahku

Mengatur pola tingkah dan ucapku

 

Seperti mimpi untuk berharap

Asa agar petuah Tuhan, berbalik fakta

Iblis mungkin bisa menjadi temanku

 

Aku berdosa lagi

Cipratan tinta sang malaikat lagi-lagi mengenaiku

Ia tak pernah tertidur

 

Aku merasa seluruh organku menghimpit

Darahku menggelegak

Wajahku memanas, ucapku tak berpola

Aku mau rajaku

Mauku itu

 

Hingga akan ada suatu hari yang meyakinkanmu

Hanya akan ada satu hari dimana kau tak perlu ragu

Tak perlu sepersekian detik untuk percaya

 

Hanya titah tertinggi dari Sang Maha Tinggi

Seperti sebuah oase di sahara

Ia lebih pantas ditunggu

 

Karenanya, demi waktu yang masih setia

Pulanglah…