Muhammad SAW

Semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah baginya, bagi laki laki mulia kekasih Allah, Rasulullah Muhammad SAW.

Bukan pertama kali dan (mungkin) bukan menjadi terakhir kalinya penghinaan ini terjadi. Ya, penghinaan terhadap Rasulullah SAW oleh para pembenci Islam. Berganti-ganti memang pelakunya, namun dengan alasan yang sama: kebebasan berpendapat dan berkreasi.

Secara pribadi, saya sebagai seorang muslim mengutuk keras setiap orang yang menghina Rasulullah SAW. Karena membela kemuliaan Islam dan Rasul, adalah bagian dari wujud keimanan. Tapi apa makna satu kutukan, satu kebencian, satu cemoohan dari seorang muslim? Mungkin tidak ada, kecuali Allah menerimanya sebagai bagian dari keridhaan Allah. Continue reading “Muhammad SAW”

Advertisements

Eksis!

Gambar

Eksistensi diri yang ditunjukkan oleh orang lain hari ini, kadang membuat kita tercengang. Layaknya melihat anak anak muda yg sok bisa ‘merokok’ tanpa pernah memahami konsekuensi tindakannya. Salahkah dia mengeksistensikan dirinya? tentu tidak. Tapi kita tentu berharap sebuah naluri sejati tanda kita makhluk hidup itu, selayaknya bisa diarahkan. Pada sebuah proses eksistensi yang tak hanya menunjukkan kita makhluk hidup, tapi juga manusia. Dan bukan hanya sampai disini, karena manusia terbaik adalah ia yang mencapaikan eksistensinya sebagai kelemahan akan hamba pencipta, Allah SWT.
Maka sistem kehidupan mana yang membuat sebuah wujud eksistensi diri setinggi dan semulia ini?
Berharap pada demokrasi, hasilnya seperti hari ini. Institusi keagamaan pun bahkan tak bernyali membuat sebuah batasan norma. Apalagi institusi moral universal.
Maka, mutlak dibutuhkan sebuah bangunan pelindung yang tegas membatasi haq dan bathil. Tegas mengarahkan dan memulai sebuah tindakan kebenaran berasas Al Quran bukan membiarkan. Tegas menyalahkan dan menghukum atas kesalahan bukan sekedar mengecam.
Maka, sebuah kemutlakan pun perlu dan wajib bersandar pada nash yang benar. Dialah Al Quran dan As Sunnah. 
Maka, institusi Daulah Khilafah Islamiyyah dengan Sang Khalifah sebagai amirul mukminin-lah yang akan menjadi jawabannya. 

Wallahu ‘alam  bi ash showwab 
 

satu dari jutaan bayangan saat khilafah hadir kembali

Adakah satu hal di dunia ini yang lebih besar setelah keruntuhan Utsmaniyyah, ibu umat ini?

***

Mata abi terlihat terang dalam subuh yang dingin, angin menampar dinding. Berulang ulang abi melihat ke arah pintu. Abu-nya Zahra_teman sekolahku_ yang sekitar jam 3 dini hari tadi sudah tiba, tampak mengerti kegelisahan itu, “Mereka sedang ada di perjalanan, Syaikh. Agaknya akan tiba sekitar 5 menit lagi.” Continue reading “satu dari jutaan bayangan saat khilafah hadir kembali”